Berita Inforamsi Bola Terbaru 2021
Rekomendasi Skincare untuk Mengatasi Pigmentasi Kulit, Wujudkan Kembali Glowingmu | Momen Presiden Jokowi Tanding Bulutangkis Melawan Tim Piala Thomas 2020 | Sinovac Siap Produksi Vaksin Khusus Lawan Varian Omicron Jika Diperlukan | WHO: Belum Ada Bukti Varian Omicron Lebih Menular | Jokowi Minta KORPRI Bergerak Lebih Lincah dan Tinggalkan Sekat Ego Sektoral | Marak Vandalisme di Solo, Gibran Bakal Tambah CCTV | Propam Limpahkan Laporan Dugaan Kriminalisasi di Sumut ke Bareskrim | BPJS Kesehatan Sabet Indonesia Best Brand Award 2021 | Demo Ricuh Pemuda Pancasila, Polisi Ingatkan Tak Boleh Ada Ormas di Atas Hukum | Ketua DPR Ajak Semua Pihak Selesaikan RUU TPKS | Sedang Berlangsung Big Match BRI Liga 1! Yuk Saksikan Live Streaming Persija Vs Bali United | Satgas Ingatkan Daerah Alami Kenaikan Kasus Covid-19 Tak Lengah Prokes | Damri Uji Coba Bus Listrik Di Bandara Soekarno-Hatta | Tempat Asyik untuk Bersantai Sore di Bali, 3 Beach Club Ini Siap Menanti | Cegah Korupsi, KPK Perkuat Pendampingan dan Pengawasan di Papua |
Home Sitemap Cari disclaimer Contack Me  

IHSG Diprediksi Menguat Seiring Naiknya Harga Komoditas

Oleh : Rista Simbolon (Via Republika ) | Diterbitkan 1 month ago | Short link: https://lazoid.com/link/9142797

Bagikan Ke : Facebook Twitter


REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada awal pekan ini diprediksi menguat seiring kembali naiknya harga komoditas. IHSG Senin (25/10) dibuka melemah 17,37 poin atau 0,26 persen ke posisi 6.626,37.

Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 4,43 poin atau 0,46 persen ke posisi 966,37. "Secara sentimen, pergerakan indeks hari ini akan diproyeksikan menguat seiring dengan peningkatan kembali harga-harga komoditas," kata Kepala Riset Reliance Sekuritas Lanjar Nafi dalam kajiannya di Jakarta, Senin.

Pasar komoditas terpantau cenderung menguat pada akhir pekan lalu. Harga minyak WTI meningkat ke level 84 dolar AS per barel, Brent meningkat ke 84,6 dolar AS per barel.

Harga batu bara meningkat ke 230 dolar AS per ton, nikel melemah ke19.787 per ton, dan CPO melemah ke 5.188 ringgit per ton. Sedangkan harga emas terpantau meningkat 1.793 per troy ons.

Dari eksternal, bursa AS bergerak datar pada perdagangan Jumat (22/10) pekan lalu, dipicu Gubernur The Fed Jerome Powell memberi komentar baru tentang pengurangan pembelian aset dan inflasi di tengah banyak laporan keuangan dari perusahaan besar. Pengurangan pembelian aset disebutkan akan selesai pada pertengahan tahun depan.Powell juga memperkirakan tekanan inflasi yang meningkat didorong oleh kendala pasokan global kemungkinan akan bertahan lebih lama dari yang diperkirakan sebelumnya. Ia prediksi, hal itu terjadi hingga tahun depan.

Bursa Asia pagi ini bergerak beragam seiring pernyataan Powell yang menerangkan bahwa akan segera dilakukan pengetatan pembelian aset atau tapering yang segera terjadi pada November ini. Pada akhir pekan lalu, bursa regional Asia mayoritas bergerak positif, setelah dikabarkan bahwa Evergrande tengah bersiap membayar bunga obligasi jatuh tempo.

Dari domestik, jumlah kasus harian COVID-19 pada Ahad (24/10) mencapai 623 kasus sehingga total jumlah kasus terkonfirmasi positif COVID-19 mencapai 4,24 juta kasus. Sedangkan jumlah kasus meninggal akibat terpapar COVID-29 mencapai 43 kasus sehingga totalnya mencapai 143.205 kasus.

Adapun untuk jumlah kasus sembuh bertambah sebanyak 1.037 kasus sehingga total pasien sembuh mencapai 4,08 juta kasus. Dengan demikian, total kasus aktif COVID-19 mencapai 14.360 kasus.

Untuk vaksinasi, jumlah masyarakat yang sudah disuntik vaksin dosis pertama mencapai 113,03 juta orang dan vaksin dosis kedua 67,92 juta orang dari target 208 juta orang yang divaksin.

Bursa saham regional Asia pagi ini antara lain indeks Nikkei melemah 277,83 poin atau 0,96 persen ke 28.527,02, indeks Hang Seng turun 90,1 atau 0,34 persen ke 26.036,83, dan indeks Straits Times terkoreksi 2,11 poin atau 0,07 persen ke 3.203,03.


IHSG Diprediksi Menguat Seiring Naiknya Harga Komoditas | Bang Naga | on 5:41:18am Kamis 9 Desember 2021 | Rating 4.5
Cuplikan :Judul: IHSG Diprediksi Menguat Seiring Naiknya Harga Komoditas
Description: IHSG Diprediksi Menguat Seiring Naiknya Harga Komoditas
Alamat: https://lazoid.com/news/9142797.html
Artikel Terkait




                            WHO: Belum Ada Bukti Varian Omicron Lebih Menular

WHO: Belum Ada Bukti Varian Omicron Lebih Menular


Sumutkota.com ... Read More →



                            Marak Vandalisme di Solo, Gibran Bakal Tambah CCTV

Marak Vandalisme di Solo, Gibran Bakal Tambah CCTV


Sumutkota.com ... Read More →



                            BPJS Kesehatan Sabet Indonesia Best Brand Award 2021

BPJS Kesehatan Sabet Indonesia Best Brand Award 2021


Sumutkota.com ... Read More →



                            Ketua DPR Ajak Semua Pihak Selesaikan RUU TPKS

Ketua DPR Ajak Semua Pihak Selesaikan RUU TPKS


Sumutkota.com ... Read More →




                            Damri Uji Coba Bus Listrik Di Bandara Soekarno-Hatta

Damri Uji Coba Bus Listrik Di Bandara Soekarno-Hatta


Sumutkota.com ... Read More →



Bagikan Ke : Facebook Twitter Google+

CONTENT

Latest Update

  • Jadwal Liga Champions Eropa UEFA
  • BRI LIGA 1
  • Jadwal Bola Siaran Langsung
  • jadwal bola malam ini
  • Jadwal Liga Spanyol Malam Ini
  • Jadwal Kiblat Bola
  • Jadwal Liga Inggris
  • Jadwal Liga Italia
  • Jadwal Bundesliga Jerman

  • Nasional

    » Gempa Bumi Hari Ini

    menu


    Tempo LIPUTAN DAIRI CNN Zodiak
    © 2017 - 2021 lazoid.com | Pers | V.DB: 3.50 | All Right Reserved

    DMCA.com Protection Status


    Page loads : seconds