Berita Inforamsi Bola Terbaru 2022
Tinjau KKHI, Naib Amirul Hajj Puji Kerja Petugas Kesehatan Layani Jemaah | Mentan SYL Sampaikan Duka Mendalam Atas Kepergian Tjahjo Kumolo | Telkom Kembali Raih The Grand Stevie Award for Organization of The Year | Kementan: Gerakan Disinfeksi Nasional untuk Penanganan PMK | Video Dugaan Pungli di Terminal Tirtonadi Viral di TikTok, Ini Kata Gibran | Wamenaker Saksikan MoU Penempatan Tenaga Kerja Indonesia ke Jepang | Telkom Sumbang Perangkat Komputer dukung Digitalisasi Pendidikan SLBN Pangkalpinang | Lacak HP Korban, Polisi Akhirnya Ringkus Pembunuh Sadis Wanita di Tangsel | Hasil Autopsi, Wanita Tewas di Indekos Serpong Ada 9 Luka Tusukan dan Sayatan | Data Jemaah Haji Wafat di Tanah Suci per 23 Juni 2022 | Judi Online Pakai Dana BPJS Rp618 Juta, Bendahara Satpol PP Ditetapkan Tersangka | Demi Beli iPhone, Perempuan di Aceh Nekat Curi Emas | Mentan SYL Ajak Negara-Negara di Dunia Tekan Food Loss and Waste | Honda Mulai Pembangunan Pusat Produksi Mobil Listrik di China | Cegah Risiko Penyakit Kronis, BPJS Kesehatan Ajak Peserta Lakukan Skrining Kesehatan |
Home Sitemap Cari disclaimer Contack Me  

Kasus Rahmat Effendi, KPK Periksa Sekda Bekasi dan Sembilan Saksi

Oleh : Rista Simbolon (Via Merdeka ) | Diterbitkan 5 Bulan yang Lalu | Short link: https://lazoid.com/9405838

Bagikan Ke : Facebook Twitter


Merdeka.com - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bekasi Reny Hendrawati dalam kasus dugaan suap pengadaan barang dan jasa serta jual beli jabatan di Pemerintahan Kota (Pemkot) Bekasi, Jawa Barat. Reny bakal dimintai keterangan untuk melengkapi berkas penyidikan Wali Kota nonaktif Bekasi Rahmat Effendi.

"Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bekasi Reny Hendrawati akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka RE (Rahmat Effendi)," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Senin (17/1).

Selain Reny, tim penyidik juga mengagendakan pemeriksaan Camat Rawa Lumbu, Bekasi, Makhfud Saifuddin. Makhfud sudah dijerat sebagai tersangka. Namun status Makhfud dalam pemeriksaan kali ini adalah saksi.

Saksi lain yakni Intan (karyawan swasta), Heryanto (ASN-Kabid Pertanahan Disperkimtan Kota Bekasi), Nurcholis (Kepala BPBD), Lisda (Kasi BP3KB), Sherly (swasta/bagian keuangan PT Hanaveri dan PT Kota Bintang Rayatri), Giyarto (PPK), Andi Kristanto (ajudan Walkot Bekasi), dan Tita Listia (Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak).

KPK menetapkan Wali Kota nonaktif Bekasi Rahmat Effendi (RE) alias Pepen dalam kasus dugaan suap pengadaan barang dan jasa serta jual beli jabatan di Pemerintahan Kota (Pemkot) Bekasi, Jawa Barat. Selain Pepen, KPK menjerat delapan tersangka lainnya.

Delapan tersangka lain yakni Camat Rawa Lumbu Makhfud Saifudin (MA) Direktur PT MAM Energindo Ali Amril (AA), Lai Bui Min alias Anen (LBM), Direktur PT Kota Bintang Rayatri (KBR) Suryadi (SY). Mereka dijerat sebagai pihak pemberi.

Kemudian Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan PTSP M. Bunyamin (MB), Lurah Kati Sari Mulyadi (MY), Camat Jatisampurna Wahyudin (WY), dan Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertahanan Kota Bekasi Jumhana Lutfi (JL). Mereka dijerat sebagai pihak penerima bersama Rahmat Effendi.

kasus ini bermula saat Pemkot Bekasi menetapkan APBD-P Tahun 2021 untuk belanja modal ganti rugi tanah dengan nilai total anggaran sekitar Rp286,5 Miliar.

Ganti rugi tersebut di antaranya yakni pembebasan lahan sekolah di Rawa Lumbu senilai Rp21,8 miliar, pembebasan lahan Polder 202 senilai Rp25,8 miliar, Pembebasan lahan Polder Air Kranji senilai Rp21,8 miliar, serta melanjutkan proyek pembangunan gedung teknis bersama senilai Rp15 miliar.

Atas proyek-proyek tersebut, Pepen diduga menetapkan lokasi pada tanah milik swasta. Selain itu Pepen juga memilih langsung pihak swasta yang lahannya akan digunakan untuk proyek serta meminta untuk tidak memutus kontrak pekerjaan.

Pepen juga diduga meminta sejumlah uang kepada pihak yang lahannya diganti rugi oleh Pemkot Bekasi, di antaranya dengan menggunakan sebutan untuk sumbangan masjid.

Pepen diduga menerima Rp4 miliar dari Lai Bui Min melalui Jumhana, kemudian Rp3 miliar dari Camat Rawa Lumbu Makhfud Saifudin melalui Wahyudin, serta Rp100 juta dari Direktur PT Kota Bintang Rayatri Suryadi.

Selain itu Pepen juga diduga menerima sejumlah uang dari beberapa pegawai di Pemkot Bekasi sebagai pemotongan terkait posisi jabatan yang diembannya di Pemkot Bekasi. Uang tersebut diduga dipergunakan untuk operasional Pepen yang dikelola oleh Lurah Kati Sari Mulyadi yang saat OTT tersisa sejumlah Rp600 juta.

Reporter: Fachrur Rozie/Liputan6.com [fik]


Kasus Rahmat Effendi, KPK Periksa Sekda Bekasi dan Sembilan Saksi | Bang Naga | on 1:08:17pm Minggu 3 Juli 2022 | Rating 4.5
Cuplikan :Judul: Kasus Rahmat Effendi, KPK Periksa Sekda Bekasi dan Sembilan Saksi
Description: Kasus Rahmat Effendi, KPK Periksa Sekda Bekasi dan Sembilan Saksi
Alamat: https://lazoid.com/news/9405838-kasus-rahmat-effendi--kpk-periksa-sekda-bekasi-dan-sembilan-saksi.html
Artikel Terkait















Bagikan Ke : Facebook Twitter Google+

CONTENT

Latest Update

  • Jadwal Piala Presiden
  • Jadwal Kiblat Bola
  • jadwal bola malam ini
  • Jadwal Bola Siaran Langsung
  • Jadwal Liga Champions Eropa UEFA
  • Jadwal Liga Inggris
  • Jadwal Liga Italia
  • Jadwal Liga Spanyol Malam Ini
  • Jadwal Bundesliga Jerman

  • Cinta








    Nasional

    » Gempa Bumi Hari Ini

    menu


    Tempo LIPUTAN DAIRI CNN Zodiak
    © 2017 - 2022 lazoid.com | Pers | V.DB: 3.50 | All Right Reserved


    DMCA.com Protection Status


    Page loads : seconds